Saturday, 13 June 2015

Biology Science Club - UBAYA (Pelatihan Mikrobiologi Dasar)

     Pada tanggal 13 Juni 2015, 7 orang siswi dari Biology Science Club mengikuti pelatihan mikrobiologi dasar di Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya. Pelatihan ini merupakan event dari Ubaya, jadi kita dari St. Louis 1 hanya mendapatkan kesempatan mengirimkan 7 wakil kita untuk mengikuti pelatihan ini. Pada pelatihan ini, kami diajarkan mengenai berbagai jenis media bakteri, Teknik pengenceran dan isolasi, Fiksasi dan pewarnaan Bakteri dan Uji Biokimia. Kita mendapatkan pelatihan bersama 13 peserta dari beberapa sekolah berbeda.
     Pertama kita dibagi dalam 4 kelompok yang dimana anggotanya berasal dari berbagai macam sekolah. Lalu kita diberikan materi secara teori terlebih dahulu. Setelah pembekalan teori selama kurang lebih 2 jam, kami diajak untuk merasakan langsung mulai dari pembuatan bakteri, teknis aseptik,hingga ke uji biokimia.

Praktikum 1 Pembuatan Media

pembuatan media
pemasukan media ke autoklaf

Media yang telah jadi dan siap dituangkan

Penuangan media yang telah jadi






































Praktikum 2 : isolasi bakteri Streak plate

Teknik aseptis
Pengambilan bakteri
penyuntikan bakteri ke atas media agar
melakukan metode streak plate 4 kuadran
Terakhir diakhiri dengan teknik aseptis lagi








































Praktikum 3 : Pewarnaan Gram

pengambilan bakteri dengan jarum ose
teteskan larutan crystal violet





diamkan tetesan crystal violet selama 3 menit
Bilas dengan air






Tetesi dengan larutan lugol














diamkan tetesan lugol selama 1 menit


Bilas lagi dengan air
Tetesi dengan larutan safranin dan diamkan selama 3 menit

Bilas preparat dengan air



































































Praktikum 4 : pewarnaan endospora

Pengambilan bakteri dengan jarum ose
tetesi dengan malachite green dan panaskan diatas api

tetesi dengan safranin lalu bilas dengan air

hasil eksperimen kami yang gosong (kanan)





Praktikum 5 : Pengamatan hasil Uji Biokimia


Bahan- bahan pengamatan
tampak depan bahan pengamatan
     Setelah semua sesi praktikum berakhir, kami diminta memberikan kesan selama mengikuti pelatihan ini. Terakhir kami diajak berfoto bersama 



By : Priscilla Listiyani XI-IA 2/ 20



Saturday, 14 March 2015

Pembedahan Ikan

Sabtu, 14 Maret 2015
Praktikum pembedahan ikan ini seharusnya adalah pembedahan katak. Tetapi karena sedang tidak musim, dan kami tidak mendapatkan katak nya, akhirnya kami melakukan pembedahan ikan ini.

ALAT

  •         Ether
  •          Kapas
  •          Pisau skalpel
  •      Gunting bedah
  •      Jarum pentul
  •       Papan bedah dari lilin

BAHAN

  •      Ikan Mas
CARA KERJA :

Pembiusan 

Teknik anestesi yang digunakan adalah teknik anestesi dengan menggunakan ether.
Cara :
1.      Teteskan ether secukupnya pada kapas
2.      Bekapkan Kapas ke mulut ikan dan insang ikan
Setelah kapas yang mengandung ether dibekapkan ikan akan berangsur- anngsur pingsan. Penting untuk diketahui, ikan hanya dibuat pingsan tetapi tidak sampai mati.

Pembedahan

Teknik pembedahan yang digunakan adalah teknik pembedahan bersih, di mana darah dari hewan percobaan diminimalisasi dan hewan percobaan diusahakan dalam keadaan hidup sampai akhir percobaan (jantung tetap berdenyut).
Cara kerja :
  1.       Posisikan ikan pada papan bedah (papan lilin) 
  2.        Potong perut menggunakan gunting sampai ke bagian leher.
  3.       Setelah itu bedah daging di perut sebelah kanan dan kiri sehingga organ organ ikan dapat           terlihat dengan jelas



















By : Priscilla Listiyani XI-IA 2 / 20
&                      
Felicia Nadia XI-IA 9 / 34    

Friday, 17 October 2014

Biology Science Club - WM (Analisis Bahan Tambahan Pangan yang berbahaya pada jajanan anak sekolahan)

     Pada tanggal 17 Oktober 2014 Biology Science Club Sinlui 1 berkunjung ke Fakultas Teknologi Pertanian Unika Widya Mandala Surabaya. Kami mendapatkan 2 sesi tentang materi ini, sesi pertama adalah pemberian materi dan sesi kedua praktikum. Berikut adalah materi yang kita dapatkan dari kunjungan ini.


BSC bersama kakak pembimbing dan dosen dari Universitas Widya mandala Surabaya
     Bahan tambahan pangan dapat dikelompokkan menjadi non food grade (berbahaya) dan food grade (tidak berbahaya). Ciri -ciri jajanan sehat dan layak dikonsumsi berupa:
  • bersih
  • jauh dari tempat sampah,wc, got, debu dan asap kendaraan bermotor
  • tertutup
  • tidak bekas dipegang orang
  • tidak terlalu manis dan berwarna mencolok
  • masih segar
  • tidak digoreng dengan minyak keruh
  • tidak mengandung zat pemanis, zat pengawet, zat penyedap, dan zat pewarna buatan
  • bau tidak apek atau tengik
  • tidak dibungkus dengan kertas bekas/ koran
     Berikut adalah bahan tambahan pangan non food grade
  • Formalin (HCOH)
Formalin adalah larutan 30-40% formaldehid dalam air. Formalin lebih sesuai untuk antiseptik (peralatan kedokteran dan mengawetkan spesimen termasuk mayat manusia. efek sampingnya adalah mata gatal, susah nafas, batuk, hidung panas, iritasi akut, muntah, diare, bahkan menyebabkan kanker
  • boraks
Borak (natrium tetraborat) berbentuk kristal lunak. Bersifat antiseptik (pada kayu), ramuan obat ( industri farmasi), bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu. Terlalu banyak konsumsi borak akan menyebabkan penumpukan pada otak, hati, lemak, dan ginjal, demam, depresi, kerusakan ginjal, nafsu makan berkurang, gangguan pencernaan, kebodohan, kebingungan, radang kulit, anemia, kejang, pingsan, koma bahkan kematian.
  • Pewarna
Rhodamin b (merah dan methanyl yellow (kuning) adalah zat pewarna berbahaya yang banyak ditemukan dalam sirup, kerupuk, agar-agar, jeli, kue basah, manisan buah-buahan, kerang ataupun jajanan lainnya. rhodamin b sebenarnya digunakan untuk pewarna kosmetik, obat- obatan, pewarna kain, pembersih mulut, sabun dan anti pembekuan darah. Sedangkan methanyl yellow digunakan sebagai indikator dalam larutan dan obat obatan pemakaian luar. Efek sampingnya berupa kerusakan hati, melukai mata, tumor hati dan karsinogenik.
  • Pengawet natrium benzoat
Natrium benzoat digunakan pada minuman isotonik,jus dan sejenisnya. Efek samping dari konsumsi zat ini secara berlebihan bersifat karsinogenik dan dapat memicu tumbuhnya sel kanker, menimbulkan penyakit LUPUS, merusak sel DNA, memicu penyakit degenerasi saraf. Percobaan oleh badan pangan dunia (FAO), konsumsi berlebihan pada tikus dapat menyebabkan kematian (hiperaktif, sawan, kencing terus menerus dan penurunan berat badan). Sedangkan percobaan oleh International Programme on Chemical Safety, pemakaian hingga 647-825 mg/kg masih termasuk dosis aman.
  • Pemanis
Makanan berpemanis biasanya menggunakan sakarin, siklamat,aspartame. Rasa manis sakarin dapat 200-7000x manis gula/ sukrosa, biasanya digunakan dalam softdrink, selai, permen, jajanan pasar, Rasa manis siklamat dapat 30x rasa manis gula, biasanya digunakan pada makanan kaleng/ makanan proses lain karena tahan panas. Rasa manis aspartam dapat 160-220x rasa manis gula, biasanya digunakan pada minuman rendah kalori. Aspartam relatif aman, namun konsumsi jangka panjang dapat meningkatkan resiko kerusakan sistem syarar, sulit menstruasi,alzheimer, lupus, kanker otak.
  • Penyedap (MSG)
Penyedap biasanya terdapat di produk makanan cepat saji, makanan instant, makanan kaleng, makanan proses, makanan cemilan. Efek dari konsumsi msg berlebih dapat mengaakibatkan sakit kepala, gatal, mual, masalah sistem saraf dan reproduksi, tekanan darah tinggi, migrain, asma bahkan depresi. Selain itu juga dapat menyebabkan chinese restaurant syndrome.
  • Minyak berplastik    
Minyak berplastik memiliki karakteristik mudah melapisi permukaan kulit gorengan sehingga bertekstur garing dan tahan lama. Efek dari pengonsumsian minyak berplastik  adalah partikel halus dapat memicu kerusakan inti sel dan tidak bisa dicerna

Tips aman memilih jajanan dan makanan sehat
  1. Amati warnanya, mencolok/ tidak
  2. Cicipi rasanya, berasa tajam/ tidak
  3. Baui aromanya, berbau tengik/ tidak
  4. amati komposisinya, mengandung bahan berbahaya/ tidak
  5. perhatikan kualitasnya, masih segar/ tidak
  6. terdaftar di BPOM/ tidak
Ciri makanan mengandung boraks
  1. Mie basah - teksturnya kenyal, lebih mengkilat, tidak lengket dan tidak mudah putus
  2. Bakso - teksturnya sangat kenyal, warna tidak kecoklatan malah cenderung putih
  3. lontong - teksturnya sangat kenyal, berasa tajam, membuat lidah berasa getir
  4. kerupuk - teksturnya renyah dan menimbulkan rasa getir
Ciri makanan mengandung formalin
  1. Mie basah - tidak rusak sampai 2 hari pada suhu kamar dan tahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es. tidak lengket dan lebih mengkilat dibandingkan mie biasa
  2. Tahu - tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar dan bisa bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es.Tahu terlampau keras, kenyal namun tidak padat.
  3. Ikan - tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar. Warna insang tua tidak cemerlang, warna daging putih bersih
  4. ikan asing - tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu kamar. bersih cerah dan tidak berbau seperti ikan asin.tidak dihinggapi lalat pada area yang banyak berlalat
  5. bakso - tidak rusak lebih dari 2 hari pada suhu kamar dan teksturnya sangat kenyal.
Proses pengujian formalin menggunakan test kit formalin
  1. blender bahan yang akan diuji. ambil 10 gram
  2. tambahkan 20ml air panas lalu aduk dan biarkan dingin
  3. ambil 5 ml air campuran. tambahkan 4 tetes reagent A dan 4 tetes Reagent b
  4. Kocok sebentar dan tunggu 5-10 menit.
  5. amati perubahan warna yang terbentuk. Jika terbentuk warna ungu berarti bahan yang diuji positif mengandung formalin
Prosedur uji boraks
  1. haluskan sampel makanan, ambil 5-10 gram
  2. tambahkan 10ml  Na2CO3 1% 
  3. Panaskan hingga mengarang (tidak keluar asap)
  4. pijarkan hingga 600 derajat celcius selama 1-2 jam hingga menjadi abu
  5. Sampel dalam bentuk abu ditambahkan etanol hingga basah
  6. tambahkan 1ml H2SO4 pekat
  7. Nyalakan api, jika api berwarna hijau maka hasil positif, jika api berwarna biru/ merah maka hasil negatif.
Prosedur Uji Pewarna
  1. tambahkan 10 ml H2SO4 pekat 4N ke dalam sampel
  2. tambahkan benang wol sepanjang 25cm
  3. panaskan hingga mendidih
  4. tiriskan benang wol dan potong
  5. letakkan di spot plate
  6. tetesi dengan HCL pekat,H2SO4 pekat, NaOH, dan amonia
  7. Bandingkan dengan standar yang sudah disediakan

By: Priscilla Listiyani XI-IA2/20