Sunday, 24 April 2016

Pengumuman Babak Penyisihan BS Challenge

Pengumuman babak penyisihan BS Challenge


Hai, bagi kalian yang merasa telah mengikuti babak pre-eliminary🏁 atau babak penyisihan BS Challenge, kalian dapat melihat hasil kalian pada halaman ini ya! Data yang sudah diberikan merupakan data peringkat📉 kalian yang berdasar pada skor hasil perlombaan yang telah kalian jalani.

Bagi para peserta yang lolos, kami seluruh anggota panitia mengucapkan selamat👍 kepada kalian semua dan dimohon untuk harap menunggu informasi selanjutnya mengenai babak semifinal paling lambat pada 26 April 2016 di website ini juga!
Bagi peserta yang belum lolos, jangan patah semangat ya dan terus berusaha💪🏻!!

DAFTAR PESERTA YANG LOLOS KE BABAK SEMIFINAL

Tuesday, 12 April 2016

Biology Science Challenge

Hai untuk kalian anak-anak Sinluiers! Kali ini kami, dari tim BSC🍃 mengadakan lomba khusus buat kalian semua, yang berjudul ....
BIOLOGY SCIENCE CHALLENGE❗


Bagi kalian yang ingin merasakan lomba kali ini harap luangkan waktu kalian pada :

BABAK PRELIMINARY🏁
berupa Rally Games
Hari , Tanggal⏳: Sabtu, 23 April 2016
Tempat : SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya

BABAK SEMIFINAL📖
Berupa pengerjaan soal
Hari, Tanggal⌛ : Sabtu, 30 April 2016
Tempat : SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya

BABAK FINAL🏆
Berupa presentasi
Hari, tanggal⏳ : Sabtu, 30 April 2016
Tempat : SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya
Hadiahnya ngga kalah menarik lho dimana kalian bisa dapetin nilai UH Biologi total untuk semua juara adalah ➕90!
Ayo segera cari anggota kelompok kalian sejumlah maksimal 3 orang dan daftarkan diri kalian❗ FREE!
Pendaftaran📋 : Senin, 11 April 2016 - Selasa, 19 April 2016
CP📲 : Stephen - XJ (stephensutjiadi21) ; Merry - XI IA 2 (nmerry_14)
Formulir dapat diambil di CP 

Silabus babak penyisihan

  1.      ANATOMI DAN FISIOLOGI HEWAN
  2.      ANATOMI DAN FISIOLOGI TUMBUHAN
  3.      EKOLOGI
  4.      ETOLOGI
  5.      MIKROBIOLOGI 
  6.      EVOLUSI 
  7.      BIOTEKNOLOGI      
  8.      KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
  9.      POHON FILOGENETIK 
  10.      SEL 
  11.      TEORI AWAL KEHIDUPAN
  12.      SINTESIS PROTEIN
  13.      GENETIKA
  14.      SIKLUS
  15.      MIKROSKOP
  16.      KANDUNGAN GIZI MAKANAN
  17.      KATALASE

Saturday, 12 March 2016

Fun Games

Sabtu, 12 Maret 2016

FUN GAMES!
      Hi, guys! Kali ini BSC lagi ngadain fun games nih! Kan ga seru kalau cuma belajar melulu, jadi kita adain games yang bisa sekaligus untuk bahan pembelajaran. Scroll ke bawah ya untuk cara - caranya!

Tim Mac

Tim Eliz
  
       Pertama, kita bagi anggota yang ada di tempat menjadi kelompok games. Dari anggota bsc yang hadir, anggota 1 kelompok adalah 5 orang dan terdapat 4 kelompok. Sedikit yahh... Kemudian, mainkan gamesnya!
  1. Babak 1
Babak 1 ini adalah babak menebak kata - kata. Di sini, kalian bisa menggunakan aplikasi Heads Up! atau Charades!. Di babak 1 ini setiap kelompok harus menunjuk 1 orang sebagai penebak kata. Kemudian, buatlah versi kalian sendiri menggunakan custom. Kata - kata yang kalian masukkan bisa kalian ambil dari tema yang kalian pilih. Misalnya, jika kalian memilih tema mikrobiologi maka kata - kata kalian antara lain mikroba, mikroorganism, pathogenic, prokariotik, eukariotik, biogenesis, bioremeditation, dan lain - lain. Pada babak ini, jika kalian tidak memiliki aplikasi tersebut kalian bisa menggunakan kartu yang terbuat dari kardus. Lumayan, kan, bisa belajar sambil berdaur ulang.
Nilai dari babak 1 ini kemudian dikumpulkan, dan diambil 3 kelompok (dari 4 kelompok yang hadir) untuk dipertandingkan di babak berikutnya. Kemudian, bagaimana nasib kelompok yang tidak terpilih? Nganggur dong? Untuk tahu apa peran kelompok yang sudah gugur tersebut, lihat di babak 2 yahh!
  1. Babak 2
Babak 2 ini hampir sama dengan babak 1, yaitu menebak kata - kata. Pada babak 2 ini, penebak kata bukanlah seperti babak 1 yang hanya 1 orang melainkan bergantian. Jadi, anggota kelompok akan duduk melingkar kemudian pemegang kata (panitia) akan berputar. Kata - kata yang digunakan dalam babak ini lebih susah dan rumit dibanding babak 1. Contoh dari kata - kata tersebut adalah exon, sacromere, nondisjuction, cladistics, dan lain - lain. Pada babak ini, jika kalian tidak memiliki aplikasi tersebut kalian bisa menggunakan kartu yang terbuat dari kardus. Lumayan, kan, bisa belajar sambil berdaur ulang.
Nah, dari babak 1 kan ada 1 kelompok yang gugur, tugas kelompok tersebut adalah membantu kelompok yang ada di babak 2 ini. Setiap kelompok yang maju ke babak 2 akan diundi kemudian dipasangkan dengan salah 1 anggota dari kelompok yang gugur tersebut. Nanti saat babak 2 sudah dimulai, setiap kelompok diberi kesempatan 1 kali untuk bertanya kepada pembantu dari kelompok gugur tersebut. Ingat! Setiap kelompok hanya diberi kesempatan sekali! Pergunakan baik - baik dan tanya sejelas mungkin dari anggota pembantu kalian tersebut. Anggota pembantu tersebut hanya boleh menjawab dengan 1 kalimat saja. Kalau berdasarkan pengalaman sih, anggota tersebut tidak terpakai karena anggota kelompok sendiri sudah terlalu kebingungan. Haha.
Dari nilai total semua kelompok, akan diambil 2 kelompok untuk maju ke babak 3.
  1. Babak 3
Pada babak 3 ini, kalian dianjurkan menggunakan kardus sebagai media untuk menunjukkan kata - kata yang harus ditebak. Jika babak 1 dan 2 dilakukan oleh setiap kelompok di tempat mereka sendiri - sendiri, pada babak 3 ini 2 kelompok terakhir akan diletakkan pada 1 tempat kemudian akan cepat - cepatan menjawab. Setiap kelompok akan memilih 1 orang sebagai penebak kata seperti pada babak 1, kemudian sisa anggota kelompok tersebut akan berada di belakang meja. Setiap kelompok juga akan mendapatkan 1 penjaga untuk melihat siapa yang menjawab terlebih dahulu. Dalam babak ini, setiap anggota kelompok tidak diperbolehkan untuk berbicara dengan anggota kelompok lainnya.

      Selamat mencoba! Have fun guys! Belajar itu juga bisa menyenangkan loh!











By : Michelle Clarissa XI-IA 3 / 26

Saturday, 20 February 2016

Pembuatan Tahu

Sabtu, 20 februari 2016

      Hi guys! Kalian pasti kadang - kadang waktu makan tahu mikir, "Gimana ya cara buat tahu? Gampang atau sulit ya?" Nah, kita sekarang akan membahas temtang pembuatan tahu.
      Pertama, kita akan mempelajari sedikit tentang tahu. Apasih tahu itu? Tahu adalah makanan sehari - hari yang dibuat dari endapan perasan biji kedelai yang mengalami koagulasi. Tahu sebenarnya berasal dari China, loh! Makanan lainnya yang juga berasal dari China adalah kecap, bakpau, bakso, dan tauco. Nama tahu di dapat dari bahasa Hokkian yang berarti kedelai terfermentasi. Sebenarnya, tahu sudah dikenal sejak sekitar 2200 tahun lalu! Penemu tahu bernama Liu An, seorang bangsawan yang merupakan cucu pendiri dinasti Han.
      Kedua, mengenai keberadaan tahu di Indonesia. Di Indonesia, tahu sudah menjadi makanan sehari - hari yang sangat terkenal bersamaan dengan tempe. Selain itu, di Indonesia juga terdapat banyak sekali macam tahu. Contohnya, tahu di Kediri yang memiliki tampak luar bewarna kuning dikenal sebagai tahu takua. Kota lain yang juga terkenal dengan tahunya adalah Sumedang. Banyak sekali makanan yang membutuhkan tahu sebagai bahan pembuatannya. Makanan - makanan tersebut antara lain, tahu bacem, tahu bakso, tahu telor, tahu guling, tahu isi, dan banyak lagi lainnya.
      Nah, sekarang kita akan membahas tentang proses pembuatan tahu dan bahan - bahan serta alat yang diperlukan. Cara pembuatan tahu ini ada 2, yaitu dengan menggunakan susu kedelai yang sudah diproses, atau dengan membuat semuanya sendiri dari dasar.
A. Cara pertama (menggunakan susu kedelai hasil proses)
Alat - alat yang diperlukan :
    1. 2 panci
    2. Saringan
    3. Kain keju
    4. Pengukur cairan
    5. Sendok masak kayu
    6. Kompor
    7. Tempat penyimpanan hasil (tahu)
Bahan - bahan yang diperlukan :
    1. Susu kedelai 950 ml
    2. Lemon juice 30 ml
    3. Air 120 ml
Langkah - langkah pembuatan :
    1. Panaskan susu kedelai di dalam panci sambil diaduk menggunakan sendok masak kayu kurang lebih 5 menit agar tidak gosong
    2. Campur lemon juice 30 ml dengan air 120 ml di tempat terpisah
    3. Dinginkan susu kedelai yang sudah dimasak kurang lebih 3 menit
    4. Masukkan 1/2 dari larutan lemon juice ke dalam susu kedelai sambil diaduk 5 atau 6 putaran, setelah itu masukkan sisa larutan lemon juice sambil diaduk
    5. Saat susu kedelai sudah terlihat 'memisah', tunggu beberapa menit lagi sambil diaduk
    6. Letakkan saringan di atas panci bersih, letakkan kain keju di atas saringan tersebut. Kemudian, tuanglah susu kedelai yang sudah terpisah. Tiriskan air, tapi jangan terlalu kering.
    7. Lipatlah kain keju di sekitar tahu sehingga permukaannya tertutup. Letakkan benda yang dapat menutup seluruh permukaan tahu tersebut (misalnya papan atau tray makanan) di atas tahu dan berikan beban berat di atasnya.
    8. Tunggulah sekitar 15 hingga 20 menit
    9. Isilah tempat penyimpanan terakhir dengan air, kemudian pindahkan kain berisi tahu tersebut ke dalam tempat penyimpanan tersebut dan pelan - pelan lepaskan tahu tersebut
    10. Ganti air dalam tempat tersebut setiap 2 atau 3 hari sekali jika tahu belum dimakan
B. Cara kedua (memproses sendiri kacang kedelai)
Alat - alat yang diperlukan :
    1. Food processor (blender)
    2. 6 panci besar
    3. 3 saringan
    4. 3 kain keju
    5. Pengukur cairan
    6. 3 sendok masak kayu
    7. 3 kompor
    8. Tempat penyimpanan hasil (tahu)
Bahan - bahan yang diperlukan :
    1. Kacang kedelai 600 gram
    2. Lemon juice 75 ml
    3. Air 3175 ml (3.175 liter)
Langkah - langkah pembuatan :
    1. Blender 100 gram kedelai dengan 470 ml air 6 kali. Dengan begitu, akan didapatkan hasil dari 600 gram kacang kedelai yang telah diproses dengan 2.84 liter air.
    2. Letakkan saringan di atas panci, kemudian tuangkan hasil dari 200 gram kedelai dan 940 ml air agar susu kedelai di dalam panci bersih tanpa ampas. Lakukan hal yang sama 2 kali lagi di panci yang terpisah.
    3. Panaskan susu kedelai di dalam panci sambil diaduk menggunakan sendok masak kayu kurang lebih 5 menit agar tidak gosong
    4. Campur lemon juice dengan air 355 ml di tempat terpisah. Kemudian bagilah larutan tersebut menjadi 3 (kurang lebih 143 ml)
    5. Dinginkan susu kedelai yang sudah dimasak kurang lebih 3 menit
    6. Masukkan 1/2 dari lemon juice tersebut ke setiap panci berisi susu kedelai
    7. Aduklah 5 - 6 putaran
    8. Masukkan sisa dari lemon juice tersebut ke setiap panci
    9. Saat susu kedelai sudah terlihat 'memisah', tunggu beberapa menit lagi sambil diaduk
    10. Letakkan saringan di atas panci bersih, letakkan kain keju di atas saringan tersebut. Kemudian, tuanglah susu kedelai yang sudah terpisah. Tiriskan air, tapi jangan terlalu kering.
    11. Lipatlah kain keju di sekitar tahu sehingga permukaannya tertutup. Letakkan benda yang dapat menutup seluruh permukaan tahu tersebut (misalnya papan atau tray makanan) di atas tahu dan berikan beban berat di atasnya.
    12. Tunggulah sekitar 15 hingga 20 menit
    13. Isilah tempat penyimpanan terakhir dengan air, kemudian pindahkan kain berisi tahu tersebut ke dalam tempat penyimpanan tersebut dan pelan - pelan lepaskan tahu tersebut
    14. Ganti air dalam tempat tersebut setiap 2 atau 3 hari sekali jika tahu belum dimakan
      Sekian cara pembuatan tahu. Selamat mencoba!









By : Michelle Clarissa XI-IA 3 / 26

Saturday, 6 February 2016

Uji Golongan Darah

Sabtu, 6 Februari 2016

Pada Sabtu, 6 Februari 2016, semua anggota BSC berkumpul kembali di Lab. Bio untuk melakukan praktikum Golongan Darah. Pertama-tama, kami menyiapkan alat-alat yang akan kami gunakan, yakni object glass, kapas, Alkohol 70%, tusuk gigi, serta lancet. Kemudian , kami menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan, di antaranya serum alfa dan serum beta.
                Sebelum praktikum dimulai, kami membentuk 4 kelompok terlebih dahulu. Kemudian setiap anggota kelompok , menyiapkan object glass untuk dinomeri . Anggota yang akan diuji golongan darahnya, terlebih dahulu harus  disterilkan jarinya dengan kapas yang telah dibasahi alkohol 70%.
                Langkah selanjutnya ialah menusukkan lancet dengan hati-hati ke ujung jari yang telah disterilkan. Banyak anggota kesulitan dalam melakukan hal ini, terutama yang perempuan, karena mereka merasa takut atau ngeri untuk menusuk jari mereka sendiri. Namun rasa keingintahuan kami mengalahkan rasa takut dalam diri kami, sehingga tak heran, praktikum ini dapat tetap berjalan.
                Setelah jari tertusuk jarum lancet, ujung jari ditekan hingga mengeluarkan darah. Darah tersebut akan diteteskan di ajas object glass sebanyak 4x sesuai tempat yang telah diberi nomor sebelumnya. Kemudian, anggota meneteskan serum alfa sebanyak 1 tetes pada sampel darah pertama lalu sampel tersebut diaduk memutar menggunakan tusuk gigi.  Pada sampel darah kedua, serum beta diteteskan sebanyak 1 tetes. Kemudian kami mengulang langkah yang sama untuk sampel darah ketiga dan sampel darah keempat.
                Bagaimana kami mengenali jenis golongan darah kami melalui praktikum ini? Caranya adalah dengan mengamati, apakah terjadi aglutinasi atau tidak pada sampel-sampel darah tersebut, setelah menerima perlakuan dari serum alfa dan serum beta. Darah bergolongan A, akan mengalami aglutinasi setelah ditetesi serum alfa (Anti A), sedangkan darah bergolongan B , akan mengalami aglutinasi setelah ditetesi serum beta (Anti B). Apabila sampel darah tidak mengalami aglutinasi sama sekali setelah ditetesi serum alfa maupun serum beta, darah tersebut bergolongan O. Sebaliknya, apabila sampel darah 3 dan 4 mengalami penggumpalan setelah ditetesi kedua serum, baik itu yang alfa maupun yang beta, maka darah tersebut bergolongan darah AB.
                Praktikum ini, sangat sederhana dan menarik. Bahan-bahan yang digunakan juga cukup mudah didapat , terutama di laboratorium sekolah. Selain itu, dibanding membaca buku paket atau buku catatan, praktikum ini jauh lebih efektif bagi siswa untuk memahami konsep golongan darah, aglutinin, serta aglutinogen.





 By : Eunike Alicia XI-IA 7 / 26

Saturday, 16 January 2016

Program semester 2

Sabtu, 16 Januari 2016

Hari ini kami akan membahas mengenai program untuk semester genap dan pemilihan pengurus BSC 2016-2017 untuk tahun ajaran baru nanti. Kenapa kok kita adakan pemilihannya sekarang? karena semua pengurus setiap tahun ke tahun semuanya kelas XI, Nah kalau sudah tahu mulai semester sebelumnya mereka yang terpilih menjadi pengurus dapat ikut belajar dari pengurus sebelumnya selama 1 semester ini.

Rencana praktikum

  1. Stek
  2. pembuatan nata de coco
  3. Pewarnaan bakteri
  4. Pewarnaan endosperma
  5. Pembuatan Preparat
  6. Respirasi Jangkrik
  7. Uji Golongan Darah
  8. Budidaya jamur
  9. KulturJaringan
Program pendalaman Campbell

  1. quiz lisan setiap minggu mengenai materi pada pertemuan sebelumnya (berguna untuk review)
  2. Penyampaian materi diusahakan lebih menarik
  3. Diselingi dengan soal soal latihan
Hasil voting calon ketua

  • Steven Jonathan    6,06%
  • Sherly Maclaine    6,06%
  • David Nugraha     48,49%
  • Stephen William   39,39%
Susunan Pengurus BSC tahun ajaran 2016-2017
Ketua           : David Nugraha
Wakil Ketua : Stephen William
Sekretaris     : Rosa Virginia Melinda
                       Kezia Mellyani
Bendahara    : Christine Davina


By : Priscilla Listiyani XI-IA 2 / 20

Saturday, 19 December 2015

Study Tour - Malang (Kunjungan ke Lembaga Pertanian Malang)

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) adalah salah satu lembaga yang dibawahi Kementrian Pertanian yang berkonsentrasi di bidang pengembangan teknologi pertanian, khususnya untuk tanaman di wilayah Jawa Timur. Di tempat ini, berbagai penelitian dilakukan untuk mengembangkan berbagai varietas unggul sehingga tanaman lokal dapat bersaing di pasaran.
a.       Hidroponik
Sesampainya di tempat ini, kami disambut dengan cukup baik dan diarahkan menuju sebuah ruangan. Kami diberi materi dasar-dasar dalam melakukan hidroponik. Hidroponik adalah budidaya tanaman dengan memanfaatkan air. Pada dasarnya, untuk melakukan hidroponik diperlukan 5 bahan pokok, yakni media tanam, misalnya tanah, sabut kelapa yang berfungsi untuk tempat tanaman menambatkan akar; air, pupuk, sebagai sumber nutrisi tanaman, cahaya matahari serta kadar oksigen (O2) yang cukup.
Mengingat bahwa hidroponik berarti budidaya bercocok tanam dengan air, maka ada banyak jenis media tanam yang bisa dipilih. Mulai dari tanah, sabut kelapa, kerikil, arang sekam, pasir, batu apung, batu bata bahkan atap rumah sekalipun karena fungsi media tanam hanya sebagai tempat menambatkan akar, sedangkan kelangsungan hidup tanaman bergantung pada air bernutrisi yang dialirkan. 
Ada tiga jenis hidroponik yakni :
i.          Nutrient Film Technique (NTF)
NFT adalah suatu metode budidaya tanaman dengan akar tanaman tumbuh pada lapisan nutrisi yang dangkal dan tersirkulasi sehingga tanaman dapat memperoleh cukup air, nutrisi dan oksigen. Akar tanaman terendam dalam air yang berisi larutan nutrisi yang disirkulasikan secara terus menerus dengan pompa. Daerah perakaran dalam larutan nutrisi dapat berkembang dan tumbuh dalam larutan nutrisi yang dangkal sehingga bagian atas akar tanaman berada di permukaan antara larutan nutrisi dan styrofoam, adanya bagian akar dalam udara ini memungkinkan oksigen masih bisa terpenuhi dan mencukupi untuk pertumbuhan secara normal.
          Berikut adalah beberapa material yang harus disiapkan untuk bercocok tanam dengan menggunakan teknik NFT :
a.       Talang air
b.      Sterofoam (media tanam)
c.       Pompa, untuk mengalirkan air
d.      Spon, atau bahan lainnya
e.       Pipa PVC
f.       Ember
Bercocok tanam dengan teknik NFT pada prinsipnya cukup sederhana, yakni mengalirkan air, oksigen, dan nutrisi secara terus menerus. Tanaman disangga sedemikian rupa sehingga akar tanaman menyentuh nutrisi yang diberikan. Alat dibuat miring dengan salah satu sisi lebih tinggi dari sisi lainnya yaitu sebesar 5% dari panjang alat agar arus dapat mengalir dengan lancar.
Air dan nutrisi yang diberikan tidak akan terbuang percuma karena aliran airnya akan masuk ke bak penampung yang ada dibawahnya setelah itu dipompa kembali ke atas dan dialirkan lagi ke akar tanaman. Pompa yang digunakan sama seperti pompa air untuk akuarium. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah proses skematis metode NFT :
 
ii.        Floating Hidroponic System (FHS)
Biasa disebut juga sebagai rakit apung. Serupa dengan NTF, prinsip FHS adalah mengalirkan air bernutrisi, hanya saja media tanam yang digunakan adalah air itu sendiri. Akar dibiarkan melayang dalam air. Berikut ini adalah gambar skematis metode FHS.
 
Yang perlu disiapkan antara lain :
a.       Sterofoam
b.      Spon atau bahan lainnya
c.       Ember
d.      Pompa, jika tidak menggunakan pompa maka air diaduk secara berkala
iii.      Fertigasi / deep irrigation
Fertigasi adalah salah satu metode hidroponik yang mengalirkan air bernutrisi dengan sabut kelapa sebagai media tanamnya. Walaupun terlihat seperti penanaman konvensional dengan menggunakan tanah, pada dasarnya tanah yang digunakan hanyalah sebagai tempat menambatkan akar, bukan sebagai sumber nutrisi. Nutrisi tanaman sepenuhnya berasal dari air yang dialirkan ke dalam tanah. Air bernutrisi disalurkan melalui pipa-pipa untuk kemudian ‘disuntikkan’ ke dalam pot. Untuk lebih jelasnya, lihat gambar di bawah ini.
         





Yang perlu disiapkan :
a.       Selang air
b.      Pot / polybag
c.       Pompa
d.      Media tanam
e.       Jarum suntik
f.       Ember
iv.      Aeroponik
Aeroponik merupakan salah satu tipe dari Hidroponik, karena air yang berisi larutan hara disemburkan dalam bentuk kabut hingga mengenai akar tanaman. Teknik ini menempatkan tanaman sedemikian rupa hingga akar tampak menggantung di udara. Nutrisi diberikan dengan cara pengkabutan secara merata di daerah perakaran. Metode ini sudah mulai dikembangkan di Jawa Timur, walaupun masih sedikit. Berikut adalah gambaran skematis aeroponik.
Yang perlu disiapkan antara lain :
a.       Pompa
b.      Nozzel
c.       Pipa PVC
d.      Ember
Bercocok Tanam di Atap
            Mendengar istilah hidroponik, pasti terbesit dalam benak kita adalah metode yang sulit dan membutuhkan keterampilan tinggi. Tetapi, nyatanya budidaya tanaman dengan hidroponik tidaklah sesulit itu. Perwakilan dari BPTP menambahkan bahwa hidroponik bisa memakai barang-barang bekas di sekitar kita. Bahkan atap rumah pun bisa disulap menjadi ladang pertanian. Bagian atap yang landai (miring) bisa dijadikan lahan bercocok tanam. Secara garis besar, caranya yakni
a.       Membuat lubang-lubang kecil
b.      Memberikan spon untuk media tanam
c.       Mengatur sistem pengairan, pada bagian ujung atap diberi bak penampung agar air bisa disirkulasikan kembali
d.      Menanam benih atau semaian
Semaian atau bibit lebih dianjurkan sebab cenderung lebih sederhana karena tanaman muda sudah bertumbuh, berbeda dengan menanam benih (biji) yang belum tentu tumbuh dan perawatan yang lebih rumit.
e.       Air/nutrisi dicek dan diberi tambahan nutrisi secara berkala
Hidroponik Multi Komoditas
            Hidroponik multi komoditas adalah pengembangan metode hidroponik di mana tidak hanya sekedar bercocok tanam, melainkan beternak juga. Limbah organik dari makhluk hidup yang dipelihara diuraikan oleh ikan lele, misalnya. Limbah dari ikan lele kemudian nantinya akan dibusukkan oleh bakteri pembusuk dan diuraikan menjadi nutrisi tanaman. Makhluk hidup yang dipelihara misalnya ayam. Ayam yang diternakkan tidak perlu terlalu banyak disesuaikan dengan banyaknya lele. Limbah organik yang terlampau banyak bisa justru meracuni tanaman yang dibudidayakan. Berikut ini adalah gambar hidroponik multi komoditas.
b.      Kultur Jaringan
Kultur jaringan adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti sekelompok sel atau jaringan yang ditumbuhkan dengan kondisi aseptik, sehingga bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri tumbuh menjadi tanaman lengkap kembali.
Untuk melakukan kultur jaringan, pertama-tama diambil bibit atau semaian dari tanaman varietas unggul yang ditanam dalam rumah anti serangga. Penanaman dalam rumah anti serangga bertujuan untuk mengurangi infeksi dari virus dan bakteri serta hama sehingga tanaman yang diambil benar-benar tanaman yang bermutu. Selanjutnya dari tanaman tersebut diambil tunas apikal yang kemudian diisolasi dalam media kaya nutrisi dengan lingkungan aseptik. Tunas apikal itu disterilkan terlebih dahulu. Apabila berasal dari rumah anti serangga maka sterilisasi cukup dengan alkohol 70%, berbeda halnya dengan tunas apikal yang berasal dari tanaman di tanah lapang di mana sterilisasi menggunakan alkohol berkadar 90%. Media yang digunakan adalah media agar dengan komposisi yang disesuaikan tanaman. Media agar sebaiknya mengandung :
·         Unsur Makro
-          Nitrogen (N)
-          Fosfor (P)
-          Kalium (K)
-          Kalsium (Ca)
-          Sulfur (S)
-          Magnesium (Mg)
-          Besi (Fe)
·         Unsur Mikro
-          Klor (Cl), diberikan dalam bentu KI.
-          Mangan (Mn), diberikan dalam bentuk MnSO4.4H2O.
-          Tembaga (Cu), diberikan dalam bentuk CuSO4.5H2O.
-          Kobal (CO), diberikan dalam bentuk CoCl2.6H2O.
-          Molibdenun (Mo), diberikan dalam bentuk NaMoO4.2H2O.
-          Seng (Zn), diberikan dalam bentuk ZnSO4.4H2O.
-          Boron (B), diberikan dalam bentuk H3BO
·         Unsur tambahan lainnya
-          Thiamine (Vitamin B1)
Vitamin yang esensial dalam kultur jaringan tanaman karena thiamine mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan sel.
-          Nicotinic acid (Niasin)
-          Pyridoxine (Vitamin B6)
-          Vitamin C
Vitamin C, seperti asam sitrat dan asam askorbat, kadang-kadang digunakan sebagai antioksidan untuk mencegah atau mengurangi pencoklatan atau penghitaman eksplan.
-          Mio-Inositol atau meso-insitol
Mio-Inositol atau meso-insitol sering digunakan sebagai salah satu komponen media yang penting, karena terbukti bersinergis dengan zat pengaturtumbuh merangsang pertumbuhan jaringan yang dikulturkan
-          Asam amino sebagai sumber nitrogen organik
-          Gula
Gula digunakan sebagai sumber energi dalam media kultur, karena umumnya bagian tanaman atau eksplan yang dikulturkan tidak autotrof dan mempunyai laju fotosintesis yang rendah.
-          Agar-agar
Agar-agar adalah campuran polisakarida yang diperoleh dari beberapa spesies algae.
Jenis media yang digunakan adalah media MS (Murashige and Skoog). Sel-sel tunas apikal dari tumbuhan tadi yang dikembangkan dalam media nantinya akan berubah menjadi kalus yakni sekumpulan sel amorphous (tidak berbentuk atau belum terdiferensiasi) yang terbentuk dari sel-sel yang membelah terus menerus secara in vitro atau di dalam tabung. Kalus dapat diperoleh dari bagian tanaman seperti akar, batang dan daun. Dalam media diferensiasi, kalus dapat menumbuhkan akar dan tunas sehingga berubah menjadi planlet. Planlet yang sudah berusia kira-kira 2-3 bulan dapat ‘dipanen’ dengan cara memotong planlet menjadi beberapa bagian. Planlet dipotong satu ruas di bawah ketiak daun. Potongan-potongan planlet itu ditumbuhkan dalam media atau tempat lainnya. Kira-kira 2-3 bulan kemudian, tanaman dapat dipindahkan ke polybag. Untuk satu planlet kira-kira dapat menghasilkan 3-5 tanaman. Planlet itu sendiri dapat disimpan selama beberapa bulan dengan kondisi dijaga tetap steril. Pemotongan dan pemindahan planlet dilakukan di ruangan steril, menggunakan laminar air flow. Tangan juga harus dalam keadaan bersih dengan menyemprotkan alkohol 70% setiap kali keluar masuk laminar air flow.
Mengingat kultur jaringan berarti menumbuhkan sel atau jaringan dalam kondisi aseptik, maka semua peralatan yang digunakan harus dalam keadaan steril. Peralatan yang akan digunakan seperti cawan petri dan penutupnya, toples tempat media, spatula, serta peralatan lainnya harus disterilkan menggunakan autoklaf. Pertama-tama peralatan yang akan disterilkan dibungkus koran. Mengoperasikan autoklaf mirip seperti mengoperasikan panci presto. Setelah semua peralatan dimasukkan ke dalam autoklaf, tutup autoklaf dan pastikan penguncinya sudah terpasang dengan baik. Nyalakan kompor, tunggu hingga autoklaf mengeluarkan kepulan asap uap air. Setelah mengeluarkan uap air, tutup penutup autoklaf yang mengeluarkan uap air. Biarkan tekanan terus naik hingga jarum penunjuk berada pada daerah merah. Jaga agar tekanan tetap berada pada batas daerah merah, jangan sampai tekanan menjadi terlalu tinggi sebab akan meledak, tetapi jangan sampai terlalu rendah sebab nantinya akan terjadi kontaminasi. Proses sterilisasi dengan autoklaf kira-kira 20 menit. Setelah 20 menit, matikan kompor, tunggu beberapa waktu, jangan langsung membuka tutupnya nanti meledak. Setelah itu buka penutupnya dan peralatan sudah siap digunakan.
Gambar planlet dalam media agar
c.       Pembibitan
BPTP melakukan pembibitan berbagai varietas unggul. Awalnya, semua tanaman dari wilayah Jawa Timur diambel sampelnya, kemudian diuji. Varietas dengan sifat unggul bisa dikawin silangkan untuk membentuk jenis baru yang unggul, misalnya tahan hama, cepat menghasilkan buah, dan sifat-sifat unggul lainnya. Varietas unggul kemudian dikembangbiakan. Bibit dari berbagai varietas unggul nantinya akan didistribusikan kepada petani yang bekerja sama dengan BPTP.
 Selengkapnya baca Study Tour - Malang































By : Anita Dominique XI-IA 5 / 18
Photo by : Gregorius Bryan XI-IA 3 /